Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Mei 2017

TANTANGAN 10 HARI LEVEL 4 GAYA BELAJAR ANAK #day8

Mei 05, 2017 0 Comments
TANTANGAN 10 HARI LEVEL 4 GAYA BELAJAR ANAK #day8
4 Mei 2017

Bismillah

Pemandu : Ibrahim (abi)

Peserta : Asyraf (4,5 th); Fadhil (2,5 thn), Shafiyah (4 bln)

Alhamdulillah karena telah diberi kesempatan untuk berekreasi dengan anak-anak di kota Batu. Dadakan sebenarnya, tapi inginnya menyenangkan anak sekaligus supaya orang tuanya juga ikut refreshing 😃

Kali ini yang banyak mendampingi anak-anak adalah abinya. Sedangkan uminya banyak fokus ke adek Shafiyah. Luar biasa antusiasnya mereka ketika malam hari abi mengajak bermain di alun-alun kota Batu setelah minum susu segar di sana. Kali ini Asyraf sangat antusias bermain sendiri dan sepertinya sedang mengeluarkan segenap energi yang ada di dalam dirinya untuk bermain-main. Kinestetiknya muncul. Tanpa tanya-tanya tentang aturan mainnya dan caranya dia langsung tancap gas untuk bermain-main di taman tersebut. Sampai-sampai dia melupakan adiknya dan tidak mau diikuti adeknya, Fadhil.

Sedangkan adeknya cenderung ingin mengikuti kakaknya. Tapi karena Asyraf terlalu cepat tak jarang fadhil selalu tertinggal dan menangis. Jadi Fadhil harus ditemani abi.

Untuk foto akan segera diupload. Maklum yang dipakai bukan hp saya

#Tantangan10Hari
#Level4
#KuliahBunsayIIP
#Hari8

Selasa, 25 April 2017

Ceklis dan Parameter Tumbuh Kembang Anak

April 25, 2017 0 Comments
Bismillah...

Kali ini saya akan sharing beberapa file tentang parameter tubuh kembang anak dan checklistnya. File ini saya dapatkan dari rumahinspirasi.com dan acuannya dari Pusat Kurikulum Diknas 2007.

Berikut ini linknya...
Parameter 0-6 bulan
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwMHJaZF9rcTdpR00
Parameter 6-12 bulan
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwZ1c3WncyZS01anM
Parameter 1-2 tahun
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwY1p5RTlVOUJ2ejQ
Parameter 2-3 tahun
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwMzR0UUVfZ1QwR2c
Parameter 3-4 tahun
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwWGx0dVJ2UU1scVE
Parameter 4-5 tahun
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwdHJfYUV5ZTZKY2c

Checklist 0-1
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwWU9RUXJYTlFzWEU
Checklist 1-2
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwZTdVSVVzbUE0VVU
Checklist 2-3
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwdU5VZ3BPc3BNQ2c
Checklist 3-4
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwQ2YtNlUzdl9hWlU
Checklist 4-5
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwekI3SGVFdFIxTU0
Checklist 5-6
https://drive.google.com/open?id=0B89WtyGjCDmwRDRXU3JFOU5uM2c

Semoga bermanfaat 😊

Senin, 24 April 2017

Cara Belajar Anak

April 24, 2017 0 Comments
Bismillah...

Kali ini ingin membahas tentang gaya belajar anak yang terkadang adanya ketidaksesuaian antara gaya belajar anak di sekolah dengan gaya belajarnya sendiri. Perbedaan ini dapat mengakibatkan anak kurang paham atau tidak mengerti apa yang disampaikan oleh guru atau bahkan orang tua.Seperti yang kita kenal, gaya belajar anak terdiri dari 3 tipe: VISUAL, AUDITORI, dan KINESTETIK. Dikutip dari belajarpsikologi.com, pengertian masing-masing gaya belajar antara lain:

 1.   VISUAL (Visual Learners)

Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :
  1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
  2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
  3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
  4. Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
  5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
  6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
  7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu


 2.     AUDITORI (Auditory Learners )
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :
  1. Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas
  2. Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio
  3. Cenderung banyak omong
  4. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
  5. Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis
  6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
  7. Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll


 3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :
  1. Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar
  2. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
  3. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
  4. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
  5. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing
  6. Menyukai praktek/ percobaan
  7. Menyukai permainan dan aktivitas fisik
Demikianlah macam-macam gaya belajar mudah-mudahan dapat menjadi bahan acuan kita untuk menentukan cara belajar yang baik dan pas untuk kita sehingga mampu menyerap pelajaran dengan baik. Nah sekarang mana gaya belajar anda atau anak anda?

Follow Us @lailie.anwar