Tampilkan postingan dengan label semesta berkarya untuk indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semesta berkarya untuk indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2021

SCALE UP

Desember 14, 2021 0 Comments
Bismillahirrahmanirrahim...
Ini mungkin jadi jurnal terakhir, tapi perjuangan masih belum akhir.
Ini adalah mengenai kontribusi saya yang dari rumah untuk negri... Harapan saya supaya banyak ibu-ibu yang berdaya dan berkontribusi minimal untuk keluarganya sendiri yaitu melalui bidang ekonomi.





Berikut adalah video singkat dari saya untuk SERUNI9. maaf saya gak pinter berjata-kata... semoga mimpi di SERUNI9 bisa terwujud...



LINK VIDEO CHANGEMAKER


PORTOFOLIO SERUNI9

WEB SERUNI9

MEDIA SOSIAL
IG : Seruni9.id
FP : Seruni9.id
FB : Seruni

#scaleupimpact
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia
#seruni9

Selasa, 07 Desember 2021

REVIEW SOCIAL IMPACT

Desember 07, 2021 0 Comments

 Bismillah

Kali ini saya akan mereview jurnal dari mbak Ita Roihanah dari Depok. Di awal saya kurang paham tentang aktifitas tim mbak Ita apa saja. Namun setelah melihat templatenya akhirnya mengerti mbak Ita mau mengambi aksi apa. 



Setelah melihat isi dari Theory of Change mbak Ita sebenarnya mudah dipahami tentang perubahan apa yang diinginkan oeh mbak Ita dan team. Goalnya adalah mendampingi 50 keluarga untuk bertumbuh bersama menjaankan visi misi keuarganya. 


Namun untuk the logical mode masih belum dijeaskan karena dari mbak Ita dan teim sendiri masih beum paham tentang logic model. Sedikit yang bisa saya simpulkan tentang logic model dari mbak Ita dan tim adalah:

--> Jika media sosial, grup wa, dan penerima manfaat dapat dimanfaatkan, maka akan ada aktifitas belajar bersama tentang pentingnya visi misi keluarga melalui webinar, workshop, diskusi, dsb.
--> Jika webinar, workshop, dan diskusi dapat terlaksana dengan baik, maka akan ada 50 keluarga yang terlatih dan seesai membuat grand design keluarga.
--> Jika 50 keluarga telah memiliki grand design keluarga sesuai dengan keluarganya masing-masing, maka masing-masing keluarga tersebut bisa menyebarkan ilmunya ke keuarga lain dan semakin banyak keluarga yang paham akan pentingnya visi misi keluarga.


Untuk tabel Risk Management sudah mulai pas dan sesuai dengan tabel stop, continue, start.

#sistemumpanbalikmateri7

#apresiaksi

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

Selasa, 30 November 2021

SOCIAL IMPACT

November 30, 2021 0 Comments

 Bismillah..

Ini agak berat nih tantangannya. Kalau berbicara tentang social impact maka kita akan berbicara tentang seberapa besar sih pengaruh kita terhadap orang lain atau terhadap target yang akan kita bantu? Sehingga, dengan social impact ini kita dapat:

1. Tau dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung yaitu ke subyek target kita, kalau tidak langsung yaitu pengaruh di luar subyek kita seperti keluarganya, teman-temannya yang tertarik dengan aksi kita.
2. Kita memiliki ruang untuk memperbaiki AKSI kita untuk berkembang. Jika ruang yang ingin kita kembangkan ternyata luas, berarti kita memiliki peluang untuk memperbesarnya lagi.
3. Mengetahui sudut pandang penerima manfaat apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau tidak.   

Kalau dalam team Seruni, kami merumuskan Social Impact tersebut untuk beberapa tujuan diantaranya adalah:


Karena Seruni bergerak di bidang pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi, maka seruni akan melakukan askinya yaitu bersama-sama perempuan lain untuk meningkatkan perekenomian keluarganya melalui beberapa sektor yang Seruni buat melalui pendampingan bisnis. Nah, untuk mengetahui apakah aksi kita sudah pas sasarannya, maka perlu dianalisa.

Dari setiap aksi yang kita lakukan, pastinga kita ingin adanya perubahan donk.. baik itu dari diri kita sendiri maupun target yang kita bantu. Oleh karena itu perlu adanya teori yang dipakai untuk mengukur perubahan tersebut. 

Theory of Change:
1. INPUT --> apa yang kita butuhkan, bisa berupa materi, ilmu, informasi yang kita butuhkan untuk melakukan aksi
2. ACTIVITIES --> aktivitas apa yang kita lakukan dalam aksi tersebut. Apakah membuat menjadi sesuatu, mengantarkan, mengubah sesuatu, dsb
3. OUTPUT --> dampak langsung yang ditimbulkan setelah melakukan aksi. Misalnya: telah terlatih ibu-ibu di lingkungan kita di bidang enterpreneurship
4. OUTCOME --> efek jangka pendek dari input yang menggambarkan perubahan perilaku. Misalnya ibu-ibu yang sukses menjadi enterpreneur memberikan dampak perekonomian yang positif pada keluarga masing-masing
5. IMPACT --> efek jangka panjang dari OUTPUT. Misalnya ibu-ibu yang sukses menjadi enterpreneur memberikan dampak perekonomian yang positif pada keluarga masing-masing bisa menularkan semangat mompreneurship kepada ibu-ibu yang lain di seluruh Indonesia.

Berdasarkan teori di atas, tim Seruni merumuskan sebagai berikut:




Setelah menentukan aksi, kemudian merumuskan perubahan apa yang kami harapkan, berikutnya adalah managemen resiko jika sewaktu-waktu aksi yang kami rencanakan tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan. Managemen resiko itu dibutuhkan supaya kita bisa bahagia dengan menerimas segala kondisi yang ada dengan mindset yang tepat.

1. ACCEPT. Menerima resiko dimana jika resiko yg ditimbulkan rendah
2. MITIGATE. Apabila resiko yang ditimbulkan sedang yaitu dengan mengurangi dampaknya
3. TRANSFER. Yaitu dengan mengalihkan tanggungjawab ke pihak ketiga karena resikonya tinggi
4. AVOID. Yaitu dengan meniadakan karena resikonya cukup tinggi dan tidak mungkin diteruskan lagi.

Ada beberapa yang termasuk resiko tinggi, sedang, dan rendah yang tim Seruni rumuskan. Untuk resiko tinggi yaitu seperti jika kita mendapatkan materi yang tidak sesuai dan informasi yang seharusnya tersebar tidak tersebar. Begitu juga untuk resiko yang sedang dan rendah bisa dibaca pada tabel di bawah ini.




 Baiklah.. demikian uraian tentang AKSI - PERUBAHAN - MANAGEMEN RESIKO dari tim Seruni.


#apresiaksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia



















Senin, 16 Agustus 2021

MEMAHAMI MASALAH BERSAMA TEAM (Part 1)

Agustus 16, 2021 0 Comments

 Bismillah...

Akhirnya menulis jurnal juga. Sambil ditemani lagu dari RAN, yuk mulai hari dengan bahagia. Soalnya dari kemarinhectic banget rasanya. Ada challenge dari ibu pembaharu dan jujur,kali ini saya gak bisa menikmati challenge dari ibu. Maaf ya bu... challenge nya membuat saya tidak happy...

Oke.. mari lanjut ngejurnal.

Seperti materi dua minggu lalu, ibu memberikan materi tentang memahami masalah kita lewat 5W+1H. Sudah tau kan  ya apa itu. WHAT, WHEN, WHO, WHERE, WHY, dan HOW. Dari sini kita akan menggali lebih dalam lagi masalah kita itu sebenarnya bagaimana sih...sampai ketemu akar-akarnya, sampai clear masalah kita itu sebenarnya apa.

Dari sini, saya bisa menganalisis tentang masalah yang saya hadapi saat ini, yaitu tentang financial. Saya gak mau terbebani dengan masalah finansial ibu-ibu... dan juga saya ingin membantu ibu-ibu yang lain yang punya masalah sama seperti saya untuk bangkit.




Dari pertanyaan di atas menjadi dasar saya membuat planning. Saya akan jawab satu persatu ya...

WHAT
1. Apa itu merdeka finacial? yaitu hati dan pikiran saya tidak terbebani denganmasalah finansial, aktifitas saya tidak dibatasi karena masalah finansial. Ini perlu banget ilmu dan iman ditingkatkan. Seperti di komunitas SBC, harusada 3sumbu yang kita perhatikan, Spiritual, Bisnis, dan Leadership
2. Apa yang harus dilakukan untuk merdeka financial? Salah satu cara dengan mengembangkan bisnis. Biar gak oleng,lengkapi 2 sumbu yang lain, spiritual dan leadership.
3. Apakah memulai bisnis bisa menjadi merdeka finansial? Belum tentu...kalau spiritual gak diikutsertakan akan menjadi manusia rakus.
4. Apakah yang harus dilakukan ketika memulaibisnis? Cari ilmu yang benar,cari guru yang tepat, dan cari komunitas untuk bertumbuh

WHERE
1. Dimana saya bisa memulai merdeka financial? saya berharap bisa dimulai dari rumah
2. Dimana saya harus memulai bisnis saya? saya berharap bisa dimulai dari rumah
3. Dimana saya bisa belajar mengembangkan bisnis saya? saat ini di SBC danmengikutikuliah online sesuai dengan yang saya butuhkan

WHEN
1. Kapan mulai merdeka financial? Saya berharap di usia 40 sudah merdeka..
2. Kapan memulai bisnis? SEKARANG!!!
3. Kapan bisnis bisa autopilot? Sepertijawaban no 1, diusia 40 tahun

WHO
1. Siapa yang akan membantu saya merdeka financial? Banyak.. utamakan diri sendiri harus yakin dan bergantung sama Allah saja
2. Siapa team saya dalam menjalankan bisnis? COba kita buat bussiness roadmap nya dulu..:)
3. Dengan siapa saya belajar berbisnis? Banyak... sesuaikan juga dengan idealisme kita
4. Siapa target market saya yang akan saya bantu? Diprioritaskan ibu-ibu seperti saya :)

WHY
(sudah ada jawabannya di atas ya..)

HOW
1. Bagaimana cara saya bisa merdeka finansial? buat BRM
2. Bagaimana cara memulai bisnis? buat BRM
3. Bagaimana cara menjalankan bisnis? buat BRM
4. Bagaimana cara supaya bisnis tidak mengganggu kewajiban dalam rumah tangga? managemen waktu yang baik dan buat team yang solid

Panjang ya ternyata...hahaha

Nah, yang dibawah ini tentang masalah team SERUNI, yaitu team yang isinya ibu-ibu yang memiliki masalah yang sama dengan saya. Masalah yang sama apakah itu? yaitu masalah tentang merdeka financial. Kami, tim Seruni, ingin terbebas dari masalah finansial melalui bisnis sokami harus mulai belajar dentang bisnis,mulai dari nol hingga nantinya bisa mengajak bunda-bunda lainnya yang memiliki masalah yang sama untuk belajar bersama kami terutama tentang bisnis. Dari brainstorming antar anggota,maka didapatlah hasil berikut ini:


Berikutnya... kita cari yang seger-seger yuk... hahaha...

Kali ini saya mau mereview film nihsatunya The Billionare dan JOY. Dua-duanya recommended berisi tentang perjuangan dalam memulai bisnis


The Billionare ini berkisah tentang anak muda berusia 16 tahunyang mencoba memulai usaha. Awalnya Top adalah pemuda dari keluarga kaya yang suka bermain game online. Dari situ dia mendapatkan uang namun tak lamakemudian dibanned karena dituduh melakukan perdagangan ilegal. Akhirnya ia mulai membuat usaha berjualan elektronik dengansisa uang yang dimiliki namun akhirnya bangkrut. Singkat cerita, dia tidakmenyerahkemudian mencoba berjualan rumput lau kering yang saat itu belum ada pembuatnya karena saat itu sang kekasih suka dengan rumput laut tersebut.
Dengan beberapa kali percobaan dan kegagalan,akhirnya dia berhasilmenjadi suplier salah satu minimarket terbesar di duniadan sekarang produknya bisa dieksport keseluruh dunia yang dikenaldengan Tae Kae Noi.



Cerita berikutnya yaitu tentang JOY. Ini perjuangan seorang ibu tunggal supaya bisa terbebas darimasalah financial. Cucok banget lah sama masalah saya. Ini ceritanya si Joy yang ibu tunggal yang harus menghadapi masalah ekonomi keluarganya. Setiap hari dia harus mengurus anak-anaknya sendiri, membayar hutang-hutang dia hingga akhirnya dia memulai menjalankan bisnis dengan memproduksi kain pel. Berdasarkan pengalaman dia dalam mengurus rumah, salah satu kesulitan ibu rumah tangga saat itu adalah tidak ada kain pel yang bagus untuk menyerap noda dan melindungi tangan dari luka akibat memeras kain pel. Akhirnya dia membuat inovasi kain pel yang bisa diperas lewat tongkatnya. Inget kan waktu itu banyak banget iklan bermunculan TV Media yg menjual pel-pelan yang bisa diputer? Ternyata itu kisahnya Joy ini. Perjalanan tidak selalu mulus, mulai dari stock barang yg kejual hingga masalah hak cipta. Tapi akhirnya joy bisa menyelesaikan itu semua dan dia bisa membantu keluarga lainnya. Intinya, nonton ajalah biar seru... :)

Selasa, 27 Juli 2021

MEMBANGUN TEAM (part1)

Juli 27, 2021 0 Comments

 Bismillah...

Sebelumnya kita membahas tentang permasalahan atau tantangan yang selama ini mengganjal dan ingin kita carikan solusinya. Untuk menghasilkan solusi yang berdampak, walaupun itu termasuk masalah pribadi, kita perlu membentuk sebuah team. 

" Jangan terburu-buru mencari solusi, gali lebih dalam lagi masalahmu, lagi dan lagi"

Kita tidak bisa menyelesaikan masalah kita sendiri, kitaperlu proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu kita perlu mencari team yang bisa diajak untuk berjalan bersama. Siapakah dan seperti apakah team kita itu? yaitu:

1. Dia yang memiliki masalah yang samadengan kita

2. Diayang memiliki kepedulian terhadapmasalah kita

3. Dia yangmemiliki pengaruh terhadap masalah kita

4. Dia yang memiliki ketrampilan yang berbeda dengankita

5. Dia yang antusias mengambil bagian dari solusi


Alhamdulillah saya memiliki team yang memiliki masalah sama yaitu tentang pengembangan bisnis walaupun akar masalah kami berbeda-beda. Setelah itu kita akan melatih Skill for Effective Team Work, antara lain:

Effective Team Work
1. open communication --> bagikan mimpi anda dan tanyakan mimpi team kita
2. clear direction and goals --> sampaikan problem statement dan akar masalah, petakan kemampuan masing-masing, setelah itu berbagi peran.
3. task delegation --> mendelegasikan 
4. sense of accountability --> start to end harus tahu (komitmen)
5. communication skill --> kemampuan mendengarkan,mindful, totalitas
6. collaboration skill--> team of team
7. Problem solving skill --> identifikasi dan definisikan masalahnya, gunakan data, dan fokus pada solusi
8. planning and organizing skill --> ketrampilan merencanakan 
9. Conflict Management --> tetapkan golden rules sebelum terjadi konflik

Ini adalah User Persona saya


Ini adalah pemetaan Soft SKill danHArdskill saya. Dalam team saya mendapat bagian sebagai desainer


Dan ini adalah step saya dalam membuat rencana






Senin, 05 Juli 2021

IBU PEMBAHARU-IDENTIFIKASI MASALAH

Juli 05, 2021 0 Comments

 Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah akhirnya telah sampai di kapal ini, di kelas Ibu Pembaharu IIP. Walau suasana sedang kurang menyenangkan, ditambah tubuh kurang bugar, tapi saya mencoba untuk berpikir tenang, proporsional, tidak emosi untuk menyelesaikan tantangan kali ini. Karena di ibu pembaharu ini bukan hanya melulu tentang masalah diri kita dan keluarga, tapi juga tantangan untuk memberikan manfaat bagi diri kita sendiri, keluaga, lingkungan, dan sekitarnya.

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani)

Kebermanfaatan yang ingin kita berikan bukan hanya sekedar manfaat, tapi juga sesuai dengan masalah yang kita hadapi. Oleh karena itu di kelas ibu pembaharu ini goalnya yaitu kita bisa mengidentifikasi masalah kita mengubah menjadi tantangan hidup sehingga bisa menciptakan solusi dari masalah tersebut.  ( https://www.ibupembaharu.com/ )


*IBU PEMBAHARU : EVERY MOTHER a CHANGEMAKER*

Untuk menjadi Changemaker maka perlu konsisten melakukan: 

a. Cognitive Emphaty

Tidak hanya sekedar empati, tapi juga memikirkan lebih dalam lagi, empati dengan nalar, ikut memikirkan secara mendalam (bukan hanya simpati). Empati dengan diri sendiri, tidak ingin mengeluh mulai berpikir bagaimana caranya, identifikasi masalah saya apa?

 b. Teamwork

Membangun team yang memiliki permasalahan yang sama sehingga munculah sebuah ekosistem. 

c. New Leadership

Mengajak anak-anak (lingkungan sekitar kita) untuk berkiprah bersama memecahkan masalah.

 d. Creative Problem Solving

Kelanjutan dari New Leadership yaitu anak-anak (lingkungan sekitar kita) menghasilkan solusi bersama untuk mengatasi masalah yang lebih kompleks.


*INDIKATOR SUKSES*

Indikator Sukses Komunal

a. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 tantangan

b. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 review yang ada

c. Mampu mengubah empati menjadi minimal 1 aksi untuk 1 solusi 

d. Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di Kampus Ibu pembaharu

e. Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk websites/pdf/karya digital lain


Indikator Sukses Personal

a. Saya mampu menyelesaikan 1 masalah hidup saya

b. Saya mampu menulis 1 artikel perjalanan saya tiap pekan


*TAHAPAN IBU PEMBAHARU*

1. Identifikasi masalah

2. Temukan Teman

3. Pahami Masalah

4. Memilih Tujuan

5. Identifikasi Aksi

6. Melakukan Aksi

7. Apresiaksi

8. Merayakan Solusi

keterangan lengkap ada di  https://www.ibupembaharu.com/


*1. IDENTIFIKASI MASALAH*

Pisahkan masalah yang baik dengan masalah yang buruk. Kalau kita tidak bisa memisahkan, maka kita akan menjadi orang yang mengeluh terus-menerus. Jangan sampai fokus ke masalah yang membuat energi kita habis. Cari masalah yang bisa kita scale up. Jika kita sudah bisa mengatasi masalah personal kita, maka kita bisa scale up mengatasi masalah lingkungan kita. 

Ijinkan saya sedikit bercerita. Saya mempunyai impian dan tantangan serta passion di dunia bisnis. Saya ingin memiliki bisnis yang bukan hanya sekedar berkembang dan membantu perekonomian keluarga, tetapi saya ingin bisa memberdayakan. Namun, sampai saat ini bisnis saya stagnan. Selain itu, saya ingin membantu ibu-ibu yang ingin memulai bisnis tapi bingung mulai dari mana untuk belajar bersama mengembangkan bisnisnya. So, banyak hal yang harus saya perbaiki, yaitu mengscale up bisnis saya pribadi sehingga saya tidak ada beban untuk membantu ibu-ibu lainnya mengscale up bisnisnya. 

Setelah saya ulik dan merenung, ternyata ada beberapa penyebab (akar masalah) dalam diri saya yang ingin saya selesaikan. Akhirnya saya menemukan akar masaahnya yaitu:

1. Saya mudah terdistrak, kurang fokus. Ada goal besar yang ingin saya capai, namun terganggu dengan adanya hal-hal kecil yang seharusnya bukan menjadi fokus saya sehingga hal-hal kecil tersebut membuat energi saya berkurang dan terkadang sakit.

2. PR tentang urusan rumah tangga yang belum selesai seperti masalah pendidikan anak-anak, membersamai anak-anak yang kurang optimal akibat ingin berkiprah di ranah publik. Hal ini dikarenakan managemen waktu dan prioritas saya kurang bagus

3. Banyak hal-hal besar yang ingin saya lakukan batal saya kerjakan, hal ini dikarenakan saya ragu-ragu dan tidak berani untuk melangkah. Takut salah, itu yang selalu ada di pikiran saya. Begitu ide saya tersebut dikerjakan orang lain, barulah saya menyesal kenapa tidak saya lakukan waktu itu. 





PROBLEM STATEMENT
Banyak sekali masalah lingkungan sekitar saya yang ingin saya selesaikan, terutama tentang pengembangan kemampuan ibu rumah tangga dalam berbisnis. Untuk bisa mengscale up ke masalah yang lebih luas, maka saya harus bisa menyelesaikan masalah saya pribadi terlebih dahulu, yaitu mengembangkan bisnis saya terlebih dahulu.
 


Dari maslaah yang saya tuliskan di atas, membuat saya semakin lama mencapai goal pribadi saya. Demikian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat dan mungkin akan ada perubahan setelah perenungan selanjutnya. 



#materi1

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia




Follow Us @lailie.anwar