Tampilkan postingan dengan label materi1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi1. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juli 2021

IBU PEMBAHARU-IDENTIFIKASI MASALAH

Juli 05, 2021 0 Comments

 Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah akhirnya telah sampai di kapal ini, di kelas Ibu Pembaharu IIP. Walau suasana sedang kurang menyenangkan, ditambah tubuh kurang bugar, tapi saya mencoba untuk berpikir tenang, proporsional, tidak emosi untuk menyelesaikan tantangan kali ini. Karena di ibu pembaharu ini bukan hanya melulu tentang masalah diri kita dan keluarga, tapi juga tantangan untuk memberikan manfaat bagi diri kita sendiri, keluaga, lingkungan, dan sekitarnya.

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani)

Kebermanfaatan yang ingin kita berikan bukan hanya sekedar manfaat, tapi juga sesuai dengan masalah yang kita hadapi. Oleh karena itu di kelas ibu pembaharu ini goalnya yaitu kita bisa mengidentifikasi masalah kita mengubah menjadi tantangan hidup sehingga bisa menciptakan solusi dari masalah tersebut.  ( https://www.ibupembaharu.com/ )


*IBU PEMBAHARU : EVERY MOTHER a CHANGEMAKER*

Untuk menjadi Changemaker maka perlu konsisten melakukan: 

a. Cognitive Emphaty

Tidak hanya sekedar empati, tapi juga memikirkan lebih dalam lagi, empati dengan nalar, ikut memikirkan secara mendalam (bukan hanya simpati). Empati dengan diri sendiri, tidak ingin mengeluh mulai berpikir bagaimana caranya, identifikasi masalah saya apa?

 b. Teamwork

Membangun team yang memiliki permasalahan yang sama sehingga munculah sebuah ekosistem. 

c. New Leadership

Mengajak anak-anak (lingkungan sekitar kita) untuk berkiprah bersama memecahkan masalah.

 d. Creative Problem Solving

Kelanjutan dari New Leadership yaitu anak-anak (lingkungan sekitar kita) menghasilkan solusi bersama untuk mengatasi masalah yang lebih kompleks.


*INDIKATOR SUKSES*

Indikator Sukses Komunal

a. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 tantangan

b. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 review yang ada

c. Mampu mengubah empati menjadi minimal 1 aksi untuk 1 solusi 

d. Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di Kampus Ibu pembaharu

e. Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk websites/pdf/karya digital lain


Indikator Sukses Personal

a. Saya mampu menyelesaikan 1 masalah hidup saya

b. Saya mampu menulis 1 artikel perjalanan saya tiap pekan


*TAHAPAN IBU PEMBAHARU*

1. Identifikasi masalah

2. Temukan Teman

3. Pahami Masalah

4. Memilih Tujuan

5. Identifikasi Aksi

6. Melakukan Aksi

7. Apresiaksi

8. Merayakan Solusi

keterangan lengkap ada di  https://www.ibupembaharu.com/


*1. IDENTIFIKASI MASALAH*

Pisahkan masalah yang baik dengan masalah yang buruk. Kalau kita tidak bisa memisahkan, maka kita akan menjadi orang yang mengeluh terus-menerus. Jangan sampai fokus ke masalah yang membuat energi kita habis. Cari masalah yang bisa kita scale up. Jika kita sudah bisa mengatasi masalah personal kita, maka kita bisa scale up mengatasi masalah lingkungan kita. 

Ijinkan saya sedikit bercerita. Saya mempunyai impian dan tantangan serta passion di dunia bisnis. Saya ingin memiliki bisnis yang bukan hanya sekedar berkembang dan membantu perekonomian keluarga, tetapi saya ingin bisa memberdayakan. Namun, sampai saat ini bisnis saya stagnan. Selain itu, saya ingin membantu ibu-ibu yang ingin memulai bisnis tapi bingung mulai dari mana untuk belajar bersama mengembangkan bisnisnya. So, banyak hal yang harus saya perbaiki, yaitu mengscale up bisnis saya pribadi sehingga saya tidak ada beban untuk membantu ibu-ibu lainnya mengscale up bisnisnya. 

Setelah saya ulik dan merenung, ternyata ada beberapa penyebab (akar masalah) dalam diri saya yang ingin saya selesaikan. Akhirnya saya menemukan akar masaahnya yaitu:

1. Saya mudah terdistrak, kurang fokus. Ada goal besar yang ingin saya capai, namun terganggu dengan adanya hal-hal kecil yang seharusnya bukan menjadi fokus saya sehingga hal-hal kecil tersebut membuat energi saya berkurang dan terkadang sakit.

2. PR tentang urusan rumah tangga yang belum selesai seperti masalah pendidikan anak-anak, membersamai anak-anak yang kurang optimal akibat ingin berkiprah di ranah publik. Hal ini dikarenakan managemen waktu dan prioritas saya kurang bagus

3. Banyak hal-hal besar yang ingin saya lakukan batal saya kerjakan, hal ini dikarenakan saya ragu-ragu dan tidak berani untuk melangkah. Takut salah, itu yang selalu ada di pikiran saya. Begitu ide saya tersebut dikerjakan orang lain, barulah saya menyesal kenapa tidak saya lakukan waktu itu. 





PROBLEM STATEMENT
Banyak sekali masalah lingkungan sekitar saya yang ingin saya selesaikan, terutama tentang pengembangan kemampuan ibu rumah tangga dalam berbisnis. Untuk bisa mengscale up ke masalah yang lebih luas, maka saya harus bisa menyelesaikan masalah saya pribadi terlebih dahulu, yaitu mengembangkan bisnis saya terlebih dahulu.
 


Dari maslaah yang saya tuliskan di atas, membuat saya semakin lama mencapai goal pribadi saya. Demikian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat dan mungkin akan ada perubahan setelah perenungan selanjutnya. 



#materi1

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia




Minggu, 19 Januari 2020

Perjalanan #1

Januari 19, 2020 0 Comments
Bismillah...

Perkenalkan, saya Lailie peserta Bunda Cekatan IIP. Jika sebelumnya saya mengshare bagaimana saya menuliskan apa saja yang membuat bahagia, hingga sampai menuliskan ilmu yang saya butuhkan dalam ilutrasi telur-telur, maka kali ini telur itu sudah menetas dan siap menjadi ulat untuk melahap ilmu yang saya butuhkan.

Saya sendiri sudah memiliki keahlian di bidang Arsitektur yang kini menjadi profesi saya. Mulai dari desain, hingga pelaksanaan InsyaAllah saya paham. Ilmu itu sendiri sudah saya kuasai karena memang saya menempuh pendidikan S1 dan S2 di bidang Arsitektur dilanjutkan dengan terjun langsung sebagai seorang arsitek.

Setelah ke tahap telur-telur, kini melangkah ke tahap ulat-ulat dimana di tahap ini kita diberi kesempatan untuk makan sesuai kebutuhan hingga nanti bisa menjadi kupu-kupu yang cantik.
Jika di tahap telur saya membuat mindmap tentang ilmu apa saja yang saya cari, di tahap ulat ini saya  menggunakan mindmap itu sebagai pedoman ilmu apa saja yang ingin saya lahap agar saya tidak tersesat atau salah makan ilmu yang tidak saya tuliskan di map.

Step yang pertama saya ingin belajar tentang topik Managemen Waktu. Di Hutan Ilmu yang disediakan (dengan membawa peta) saya banyak membawa bekal yang diberikan teman-teman yaitu dengan topik yang sama yaitu managemen waktu. Selain itu saya juga memberikan bekal saya berupa ilmu Managemen Waktu dari Teh Indari Mastuti. Sumbernya saya ambil dari Channel Youtube Indscript Creative, https://www.youtube.com/watch?v=_fN3eklGqAA. Dari sin saya mendapat ilmu baru yaitu Step untuk memanage waktu bagi ibu rumah tangga, antara lain:

  1.  List 100 list aktivitas kita
  2.  Cek apakah penting atau tidak penting
  3.  Coba mengestimasi waktu dari setiap aktivitas kita
  4.  Susun dari bangun tidur ke mau tidur
  5.  Lakukan dan uji coba selama 1 minggu, kemudian review apakah efektif
  6.  Cek apakah sudah ada waktu sebagai IRT, sebagai pebisnis/pekerja, waktu untuk me time, waktu untuk ibadah, dsb.
  7.  Komit dengan jadwal dan konsisten setiap hari

Managemen Waktu yang dijelaskan oleh Teh Indari di atas sangat jelas dan mudah diaplikasikan karena memang sesuai dengan kondisi kita sehari-hari. Intinya bukan hanya teori tapi full praktek.


Selain bekal saya di atas, saya juga membawa beberapa bekal dari teman-teman yang tersaji, diantaranya:
1. Metode Managemen Waktu dengan Teknik Pomodoro oleh Francesco Cirillo
2. Tafsir Surat Al Ashr yang membahas tentang waktu
3. Managemen waktu ala Raulullah



#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 17 Desember 2019

Jurnal Kelas Bunda Cekatan #1 Menemukan Kekuatan

Desember 17, 2019 0 Comments
Bismillah..

Akhirnya saya belajar lagi di kelas Ibu Profesional. Setelah lama tidak belajar (kurang lebih 1 tahun lebih), akhirnya bisa masuk ke kelas Bunda Cekatan. Kali ini akan membahas tentang KEKUATAN yang mana bisa menjadi bekal untuk BAHAGIA.

Step pertama yang harus dilakukan yaitu dengan mengumpulkan aktivitas-aktivitas apa saja yang kita suka dan bisa, suka dan tidak bisa, tidak suka dan bisa, serta tidak suka dan tidak bisa. Pertama-tama saya kumpulkan berbagai macam aktivitas yang setiap hari atau hampir setiap hari saya kerjakan. Kali ini saya bagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Aktivitas domestik rumah tangga, antara lain: memasak, mencuci baju, menyetrika, membersihkan rumah (menyapu, mengepel), membersihkan kamar mandi, menjahit
  2. Aktivitas sebagai Ibu-Istri, antara lain: berdandan, memijat, mendongeng, menyusui, membuat rencana menu makanan, memandikan anak-anak, menyuapi.
  3. Aktivitas di luar itu, seperti: mendesain, berbisnis, pekerjaan sebagai admin (di bisnis sendiri), nonton film, window shopping, menulis (walaupun cuma status, hehehehe), marketing, travelling, membaca buku, dan ada beberapa yang saya butuhkan untuk mendukung pekerjaan yaitu menyetir mobil.

Setelah itu mari kita kelompokkan ke dama empat kuadran. Kurang lebih seperti ini:

Dari sini akan terlihat aktivitas mana yang bisa membuat bahagia, mana aktivitas yang dibutuhkan, dan mana aktivitas yang butuh untuk didelegasikan. Seperti aktivitas bisa dan suka itu bisa menjadi aktivitas dimana kalau dilakukan akan menimbulkan bahagia. Sedangkan aktivitas yang tidak bisa dan tidak suka bisa jadi aktivitas yang butuh didelegasikan.

Dari pengelompokan aktivitas di atas, akan kita tarik aktivitas bisa dan suka sebagai kekuatan kita dan bekal menjadi Bunda Cekatan. Akhirnya menjadi seperti ini:



Sekian ulasan saya dan jurnal #1 saay di Kelas Bunda Cekatan ini. Terimakasih sudah berkenan membaca.


#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Follow Us @lailie.anwar