Bismillah...
Sudah empat hari Asyraf dirumah selepas pulang dari liburan di rumah sepupunya di Bekasi. Dengan banyak mengucap istighfar saya berusaha untuk tetap sabar dan terus mengajarinya mana hal-hal yang boleh dilakukan dan mana yang tidak berkenan.
Iya, Asyraf berubah semenjak dia liburan di rumah sepupunya bersama Abinya. Dia semakin tak terkendali. Awalnya dia sayang dan selalu menciumi adek bungsunya, namun setelah pulang dari liburan dia lebih kasar, meminkan kepala adeknya yang masih bayi bahkan meletakkan kaki di atas perut adek bayinya, dan banyak kericuhan yang dia lakukan.
Karena penasaran, saya mencoba mengorek informasi kenapa Asyraf seperti itu kepada Abinya. Ternyata alasannya karena dia meniru. Dia meniru sepupunya yang ternyata lebih usil dari dirinya. Tiada akibat jika tidak ada sebab. Si sepupu tersebut pasti memiliki penyebab kenapa dia demikian.
Setelah saya telusuri ternyata alasannya hanya ORANG TUANYA INGIN DIA BAHAGIA.
Setiap keisengan yang dilakukan si sepupu tak pernah ditegur oleh orang tuanya. Setiap perbuatan tidak menyenangkan dan tidak sopan (seperti membuang barang dagangan yang di display di swalayan) tidak pernah diingatkan dan diluruskan orang tuanya. Orang tuanya hanya diam, entah mungkin pura-pura tidak tahu tentang kelakuan anaknya tersebut.
Perlu diketahui, apa yang orang tuanya lakukan semata-mata untuk menjaga kesehatan si sepupu supaya kejang-kejang tidak terjadi lagi seperti sebelumnya.
Bagi saya, apapun alasannya membiarkan anak yang salah itu seperti perlahan-lahan menyuapinya dengan bakso berformalin. Enak rasanya tapi dampaknya mematikan. Mematikan fitrahnya, mematikan akhlak baiknya, mematikan masa depannya yang seharusnya penuh dengan nilai-nilai kebaikan.
Masih banyak cara untuk menasihati anak tanpa menyakiti hatinya. Masih banyak langkah yang bisa ditempuh untuk membuat anak bahagia dengan tetap menegurnya jika dia salah. Permasalahannya, apakah kita mau atau tidak untuk belajar, apakah kita bersedia atau tidak untuk berubah.
"Ya Rabb.. Jadikanlah kami orang tua yang senantiasa pandai bersyukur, orang tua yang senantiasa haus akan ilmuMu.. "
@lailie.anwar
Rabu, 17 Mei 2017
Rabu, 17 Mei 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar