Kamis, 01 Juni 2017

Lisan Bertuah


Ibu-ibu di sini pernah marah sama anaknya?  Saya yakin pasti pernah. Kalau marah tak sampai mengucapkan kata-kata buruk kan? Seperti menghina, menyebut sang anak dengan sebutan tak pantas, atau mendoakan sesuatu yang buruk. Semoga tidak ya. Karena setiap ucapan dari lisan kita sebagai orang tua bisa menjadi doa.

Saya pernah dengar cerita seorang kyai di Surabaya. Saat itu beliau pernah dalam posisi sebagai pemuda nakal, tak bisa diatur, bahkan suka mencuri. Alhamdulillah beliau punya orang tua yang baik, terutama ibu yang bijak. Setiap kali beliau membuat kegaduhan, orang tuanya selalu berdoa supaya beliau bisa berubah menjadi baik, diberi hidayah, dan bisa menjadi da'i yang berdakwah di jalan Allah. Alhamdulillah, doa tersebut Allah kabulkan dan kini beliau sudah memiliki pesantren sendiri.

Mau contoh yang sebaliknya? Banyak..
Sering saya menemui anak yang "menderita" karena ucapan orang tua. Ketika sang anak salah, orang tua malah membully sendiri anaknya dengan mengatai sang anak bo*oh, go*lok, atau ucapan sejenisnya. Akhirnya sang anak ya seperti itu, merasa dirinya buruk dan tak berarti malah sampai ada yang kejang-kejang mungkin kepikiran saat dimarahi.

Bagaimanapun tingkah anak-anak kita, tetap rem mulut kita dan saring perkataan kita. Sehingga yang muncul bukan hal-hal buruk tapi sebuah doa dan harapan yang indah untuk masa depannya. Karena lisan orang tua itu bertuah bagi anak-anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @lailie.anwar