Umumnya kita pergi traveling yaitu ingin menikmati pemandangan alam yang ada di suatu tempat, entah itu berupa laut, pegunungan, pantai, atau wisata alam lainnya. Bagaimana dengan kota besar sepeti Surabaya dimana wisata alamnya bisa dibilang minim? Apakah Surabaya bisa dijadikan destinasi wisata juga? Saya jawab pasti bisa.
Destinasi wisata di Surabaya bukan pesona alam yang indah, melainkan tentang Wisata Kampung. Mungkin di lokasi lain yang namanya kampung itu tampak seperti sesuatu yang sepele, tidak istimewa, malah terkadang cenderung ke arah kumuh. Lain dengan Surabaya, "kampung" benar-benar dilestarikan keberadaannya oleh Pemerintah setempat. Kampung-kampung di Surabaya sangat dipelihara oleh pemerintah, bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga tentang pemberdayaan warganya. Hasilnya kampung-kampung tersebut menjadi unggul dan layak dijadikan tujuan traveling teman-teman. Berikut Kampung yang bisa teman-teman kunjungi jika berada di Surabaya:
- Kampung Lawas Maspati, terletak di jalan Maspati. Di sana teman-teman akan mendapati jejak-jejak sejarah kota Surabaya, seperti kediaman Raden Soemomiharjo (tokoh Keraton Surakarta), bekas sekolah Ongko Loro (sekolah desa jaman pendudukan Belanda), pabrik roti H. Iskak yang menjadi dapur umum ketika pertempuran 10 November 1945 terjadi, dan masih banyak bangunan bersejarah lainnya yang terdapat di kampung Maspati.

sumber: sindonews - Kampung Tempe, yang terletak di kawasan Tenggilis Kauman. Pemerintah memberdayakan warga setempat untuk memproduksi tempe dan aneka olahan tempe. Ketika pertama kali masuk, kita akan disuguhi muran tentang kampung tempe di dinding rumah warga.

sumber:kampungtempe-tenggilis.blogspot.com - Kampung Lontong, yang terletak di kawasan Kupang Krajan. Di sinilah pusat pembuatan lontong yang tersebar di seluruh kota Surabaya. Dalam sehari produksi bisa mencapai 10-15 ton beras. Selama Lontong Balap maupun Rujak Cingur masih laris di Surabaya, maka kampung lontong ini tidak akan pernah berhenti berproduksi.

sumber: tempo.co - Kampung Kenjeran. Lokasinya terletak di tepi pantai Kenjeran. KArena dekat dengan pantai dan laut, maka mayoritas penduduk di sana bekerja sebagai pengolah hasil laut, seperti rambak terung, teripang, kerupuk ikan, dan sebagainya. Di Kenjeran ini juga terdapat Jembatan Suroboyo yang menyuguhkan pemandangan air mancur di tengahnya. Kini Kampung Kenjeran muncul dengan wujud baru dan lebih segar serta tidak tidak terlihat kumuh lagi.

flickr.com 
joglosemar.co
- Gang Dolly. Eits, jangan negative thingking dulu. Kampung Dolly kini sudah bertransformasi ke arah yang lebih baik. Pemerintah kota Surabaya sudah menyiapkan beberapa titik yang layak dijadikan tempat wisata, seperti adanya mural, kesenian, hingga wisata kuliner.

sumber: travel.dream.co.id - Kampung Mangrove. Disini bukan hanya disuguhi tentang keindahan hutan mangrove saja, tetapi juga pengolahan mangrove, seperti pembuatan batik dari pewarna buah mangrove.
sumber: www.dindahnurma.com - Kampung Morokrembangan, terletak di sebelah timur Kalianak. Selain penghasil rajungan terbesar di Surabaya, di kampung Morokrembangan ini juga terdapat pusat produksi tas yang dimulai tahun 1978. Terdapat 68 perajin yang memproduksi tas di daerah tersebut, tersebar di RW IV, V, dan VI Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
sumber: kartarmorokrembangan.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar