Bismillah...
Sedikit berbagi pengalaman dari seorang sahabat, dimana dia memiliki tekat yang bulat merantau mengejar cita-cita di negeri sakura. Setiap ada peluang tak pernah dia lewatkan, mulai dari measiswa A, beasiswa B, ikut tes C, dan sebagainya ia ikuti. Namun apa daya, ternyata segala upaya tak berbuah manis di akhirnya. Setelah diselidiki, ternyata selama ini dia tak mendapat restu orang tua. Orang tua menginginkan dia kembali ke kemapung halaman. Orang tuanya ingin ditemani di masa tua mereka, ingin sang anak mengabdi di daerahnya saja menjadi abdi negara (baca: PNS). Akhirnya sahabat saya pulang ke kampung halaman, bismillah dia ikhlas ingin membahagiakan orang tua.
Setahun berlalu, dia meminta ijin orang tuanya tuk kembali melamar beasiswa lagi. Kali ini orang tuanya menyetujui. Sekian lama menunggu, akhirnya dia tahu kalau usahanya berbuah manis, alhamdulillah dia diterima.
Disaat yang sama datang pinangan dari seorang pria, pria yang baik budinya, jelas asal-usul keluarganya, dan tinggi pendidikannya. Intinya tak ada satupun alasan untuk menolak pinangannya.
Dia galau, bingung mana yang akan dipilih. Disaat sesuatu yang lama dia impikan sudah ditangan, dia menerima sebuah pinangan untuk masa depan, untuk selamanya, dunia dan akhiratnya.
Akhirnya dengan berat hati dia melepaskan impiannya belajar ke negeri sakura, dengan menerima pinangan lelaki baik nyaris sempurna. Berusaha tuk ikhlas, walaupun terkadang sang orang tua merasa sayang kesempatan tersebut di buang pada akhirnya.
Bismillah, dia melangkah untuk menuju mahligai pernikahan. Dia katakan semuanya kepada calon suaminya bahwa dia memilih laki-laki tersebut untuk masa depannya. Tapi, sungguh mengejutkan jawaban sang pria, bahwa pria tersebut bersedia menemaninya untuk menuntut ilmu di negeri sakura.
Akhirnya mereka berdua bersama-sama tinggal di sana dengan bahagia.
Dari sini dapat saya tarik pelajaran, bahwa mengutamakan orang tua adalah hal yang wajib kita lakukan asalkan itu tidak mengandung keburukan. Kelak segala sesuatu yang tidak mengenakkan akan digantikan dengan sesuatu yang membahagiakan. Yang kedua yaitu jalankan perintah Allah dulu. Jika datang seorang pria sholih untuk meminang kita, jangan kita tolak jika tidak ingin menimbulkan fitnah. Akhirnya Allah memberikan hadiah yang sungguh luar biasa. Wallahu'alam.
Selasa, 13 Juni 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar