Kamis, 08 Juni 2017

# 30DWCjilid6 # Bunda Sayang

Tantangan Cinta Membaca (Tantangan Bunda Sayang Level 5 #day1)

Chalenge day #1
Bismillah..

Terkadang keterbiasaan muncul karena terpaksa. Sama dengan sholat, awalnya dulu kita disuruh, setelah baligh kita dipaksa, akhirnya jadi biasa dan berbuah jadi kebutuhan. Begitupun dengan membaca. Perlahan-lahan kita kenalkan, kita ajarkan, sedikit kita paksakan, kemudian akan menjadi kebiasaan dan berakhir pada kebutuhan.

Seperti yang saya tuliskan pada tulisan sebelumnya, membiasakan anak untuk cinta baca dan membutuhkan membaca bukan hal yang mudah sekaligus instan, perlu proses, perlahan-lahan sambil menikmati suka dukanya. Dengan membawahi tiga anak berbeda usia, berbeda kemampuan, dan berbeda karakter, bismillah, saya akan mulai mengajak mereka untuk mencintai membaca. Sebenarnya tantangan ini bukan hanya untuk anak-anak saja, tetapi juga untuk umi dan abinya.


"Sesungguhnya kegiatan menulis seperti menuang air dalam teko. Supaya air yang dituang tidak habis, maka teruslah mengisi, mengisinya dengan cara membaca. Munilis adalah OUTPUT, sedangkan INPUTNYA adalah membaca"
@lailie.anwar



My Fighters
Kali ini saya akan menyebut mereka dengan sebutan fighter. Fighter1 bernama Asyraf yang berusia 5 tahun kurang 2 bulan. Fighter2 bernama Fadhil usia 3 tahun kurang 3 minggu. dan fighter3 bernama Shafiyah berusia 5 bulan 2 minggu. Karena berbeda usia dan pastinya kemampuan, maka saya harus ekstra kerja keras mengenalkan mereka tentang kegiatan membaca. Berikut adalah analisa kemampuan mereka dalam hal berbahasa berdasarkan usia dan pencapaian saat ini.


Dari pencapaian ini saya dapat menentukan bacaan seperti apa yang sesuai untuk usia mereka masing-masing.

Preparation
Seperti yang lainnya, sebelum memulai tantangan perlu persiapan menjalankannya. Karena tantangan ini menggunakan pohon literasi sebagai tanda dan "reward" bagi anak-anak yang sudah menghabiskan buku bacaannya, maka hal pertama yang harus dikerjakan yaitu membuat pohonnya. Pohonnya saya buat suka-suka saya, maksudnya saya sesuaikan dengan kemampuan dan kesukaan saya. Karena saya hobby ngutak-atik grafis, maka saya buat di corel dan saya cetak. Kemudian saya tempelkan di dinding tepat di sebelah tempat saya sholat (maksudnya biar saya selalu ingat kalau ada tantangan).

Selain pohon literasi, saya juga mengajak fighters untuk memilih sendiri buku yang akan mereka baca. Khusus untuk fighter3 saya akan memberi buku bantal supaya bisa dipegang sekaligus aman untuk anak seusianya.
Ini pohon Saya yang Masih Gersang

Proses Pembuatan. Ternyata mereka belum bisa konsentrasi karena masih ada yang ingin mewarnai. Mungkin saya mengambil waktu yang kurang tepat.
Proses Pemilihan Buku

Demikian tahap persiapan kali ini. Bismillah semoga besok bisa dimulai tantangannya.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @lailie.anwar